Maraknya penggunaan QRIS dan layanan paylater di kalangan remaja berpotensi mendorong gaya hidup konsumtif apabila tidak dikelola dengan bijak. Webinar ini bertujuan membekali generasi muda dengan wawasan literasi keuangan digital agar dapat memanfaatkan FinTech secara cerdas dan bertanggung jawab demi masa depan finansial yang lebih baik.
Dosen mata kuliah New media, Danang Trijayanto, M.A Menyampaikan bahwa “Melihat fenomena media baru, yaitu dalam perkembangan new economy dan juga new culture, Prodi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta merasakan penting untuk berbagi edukasi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat tentang pemanfaatan berbagai form media baru dalam aktifitas perekenomian yang berhubungan langsung dengan gaya hidup kita semua, agar pola dan gaya hidup juga selalu aman”
Edukasi dilakukan dalam bentuk Webinar Interaktif “Generasi QRIS dan Paylater: Bijak Mengelola FinTech Tanpa Terjebak Gaya Hidup Konsumtif”, sebuah kegiatan Pengabdian pada Masyarakat yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta (Kelas New Media Sore), Sabtu, 18 Juli 2026, pukul 09.00–11.00 WIB.
Kegiatan ini menghadirkan Pembicara: Huriyah (Salwa Firmansyah) dan M. Ayiro (Zulfikri Ali). MC/Moderator: Tri Kristian dan Dosen pembimbing mata kuliah New Media: Danang Trijayanto, S.I.Kom., M.A dengan partisipasi Peserta kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta secara daring yang berasal dari berbagai kalangan.
Kegiatan dilaksanakan secara daring (online) melalui platform Zoom Meeting, sehingga dapat diikuti oleh peserta dari berbagai lokasi tanpa terikat tempat fisik tertentu. Webinar berlangsung secara interaktif melalui Zoom Meeting dengan pemaparan materi seputar QRIS dan paylater oleh dua pembicara, dipandu oleh MC/moderator. Peserta mendapatkan wawasan literasi keuangan digital, tips bijak mengelola keuangan, sesi tanya jawab dengan kuis berhadiah bagi penanya terpilih, serta e-Certificate bagi seluruh peserta. Kegiatan berjalan lancar dan diikuti secara antusias oleh peserta dari kalangan remaja.
Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Mengusung tema “New Culture, New Generation: Adaptasi dan Inovasi di Era Digital”, kegiatan ini diselenggarakan di SMK Al-Khairiyah Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu (15/7/2026).
Program yang diikuti oleh siswa kelas XII, ini mengangkat isu perubahan budaya komunikasi di era digital. Melalui materi dan diskusi yang disampaikan, peserta diajak memahami bagaimana perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berkomunikasi, dan mengembangkan potensi diri secara positif di tengah derasnya arus informasi digital.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua Pelaksana Muhammad Iqbal Kurniawan, Dosen Pendamping Danang Trijayanto, S.I.Kom., M.A., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta Vidya Kusumawardani, M.Si., serta perwakilan SMK Al-Khairiyah Bahari. Selanjutnya, peserta mengikuti penyampaian materi mengenai budaya digital, kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta pemanfaatan media digital secara kreatif melalui sesi diskusi interaktif, tanya jawab, dan ice breaking.
Penyampaian Materi oleh Mahasiswa/Foto:IST
Ketua Pelaksana PKM, Muhammad Iqbal Kurniawan, mengatakan bahwa tema kegiatan dipilih karena perkembangan teknologi telah mengubah cara generasi muda mengakses informasi dan berinteraksi di ruang digital. Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ruang diskusi yang mampu menghubungkan pengetahuan akademik dengan realitas yang dihadapi pelajar saat ini.
“Melalui tema New Culture, New Generation: Adaptasi dan Inovasi di Era Digital, kami ingin mengajak para siswa melihat teknologi tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ruang untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri,” ujar Iqbal.
Dosen Pendamping HIMAKOM UTA’45 Jakarta, Danang Trijayanto, S.I.Kom., M.A., menilai kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat menjadi bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa di luar kelas. Menurutnya, pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu komunikasi sekaligus mengasah kemampuan menyampaikan gagasan kepada berbagai kalangan.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori di ruang kuliah, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuannya melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Interaksi langsung seperti ini menjadi pengalaman berharga dalam membentuk kompetensi, empati, dan tanggung jawab sosial sebagai calon praktisi komunikasi,” jelas Danang.
Kolaborasi antara HIMAKOM UTA’45 Jakarta dan SMK Al-Khairiyah Bahari menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghadirkan edukasi yang relevan dengan perkembangan teknologi digital. Bagi mahasiswa, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang implementasi keilmuan yang menghubungkan pembelajaran di kelas dengan praktik pengabdian kepada masyarakat.
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) yang bertempat di RPTRA Rawabadak (Sabtu, 19/7/2025). Kegiatan ini merupakan luaran akhir dari mata kuliah Manajemen Media Digital dan New Media yang diampu oleh dosen Danang Trijayanto, M.A.
Dengan mengusung tema “Mengoptimalkan Komunikasi Digital sebagai Sarana Pemberdayaan Karang Taruna”, kegiatan ini menyasar remaja Karang Taruna berusia 15 hingga 20 tahun. Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, mahasiswa memberikan pelatihan mengenai pemanfaatan media digital untuk pengembangan organisasi, promosi kegiatan, serta peningkatan keterampilan komunikasi.
Pemateri Gilang Abitio dan Sitti Nur Azizah (Foto: Humas Himakom)
Materi dalam kegiatan ini disampaikan oleh dua mahasiswa, yaitu Gilang Abitio dan Sitti Nur Azizah, yang menjelaskan secara praktis mengenai strategi komunikasi digital, penggunaan media sosial secara efektif, serta pentingnya membangun citra positif organisasi Karang Taruna di dunia digital.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kaprodi Ilmu Komunikasi, Vidya Kusumawardani, S.IK, M.Si., yang dalam sambutannya mengapresiasi semangat dan kontribusi mahasiswa. “Kegiatan ini menjadi ruang nyata bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang dipelajari dan sekaligus memberi manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Dosen pengampu, Danang Trijayanto, M.A., menegaskan bahwa kegiatan Abdimas ini merupakan bentuk pembelajaran berbasis pengalaman yang memperkuat keterlibatan mahasiswa dalam berkehidupan sosial. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya paham teori, tapi juga dapat membagi ilmuya kepada masyarakat luas” ungkapnya.
Anis Fahdina, Ketua Pelaksana Program Pengabdian Kepada Masyarakat(Foto: Humas Himakom)
Anis Fahdina, selaku Ketua Penyelenggara, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang dengan semangat kolaboratif. “Kami ingin remaja Karang Taruna mampu memanfaatkan media digital sebagai alat untuk membangun citra, menyebarkan kegiatan positif, dan memperkuat relasi sosial di lingkungan mereka,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif, dengan sesi diskusi dan praktik langsung bersama peserta, yang diharapkan dapat menjadi bekal berharga dalam membangun komunitas remaja yang lebih aktif dan melek digital.
Sebagai bentuk pembekalan etika profesional dalam dunia kerja dan komunikasi bisnis, Program Studi Ilmu Komunikasi melaksanakan Pelatihan Table Manner bertema “Networking Luncheon Etiquette” bertempat di Hotel Discovery Ancol, Jakarta. (Sabtu, 26 Juli 2025).
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang tata krama dalam acara makan siang resmi serta strategi menjalin relasi profesional secara efektif dan elegan. Dengan suasana pelatihan yang formal dan interaktif, para peserta diberikan arahan langsung terkait etiket meja makan, etika berkomunikasi saat jamuan makan, hingga teknik memperkenalkan diri dan membangun koneksi dalam suasana santai namun tetap profesional.
Saat Hotel Tour yang dilakukan oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta (Bayu/ Humas & Media Center UTA’45)
Vidya Kusumawardani, M.Si, selaku Kaprodi Ilmu Komunikasi, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memastikan interaksi profesional berjalan lancar dan sopan melalui makan siang.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar bagaimana menciptakan kesan baik, membangun hubungan, dan memaksimalkan peluang networking dalam suasana yang nyaman dan profesional,kegiatan ini untuk memastikan interaksi profesionalberjalan lancar dan sopan selama acara makan siang, sehingga menciptakan kesan baik, membangu hubungan, dan memaksimalkan peluang networking dalam suasana yang nyaman dan profesional” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Bobby Reza, MM, Dekan Fakultas Ilmu Ekonomi, Bisnis, dan Ilmu Sosial, menekankan pentingnya implementasi pengetahuan etiket ke dalam kehidupan sehari-hari.
“Apa yang dipelajari hari ini dapat berdampak langsung pada aktivitas kehidupan. Saya berterima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah. Hari ini kita belajar sesuatu yang baik,” ungkapnya dalam sambutan penutup.
Penyampaian sesi materi oleh Eko Hartono selaku F&B Manager Hotel Discovery Hotel (Bayu/ Humas & Media Center UTA’45 Jakarta)
Siti Azizah, salah satu mahahsiswa peserta Table Manner, menyatakan ikut “Table Manner ini menambah pengetahuan tentang cara makan yang benar. Kegiatannyajuga asik dan seru banget, apalagi pas diajak keleilinghotel, jadi tahu lebih banyak tentang isi dan fasilitas hotel”
Pelatihan ini tidak hanya memberikan wawasan teoritis, tetapi juga pengalaman praktik langsung yang memperkaya pemahaman peserta. Mereka diajak untuk menyimak dan langsung mempraktikkan aturan penggunaan alat makan, sikap duduk, serta cara berbicara dalam konteks makan siang resmi yang biasa dijumpai dalam acara bisnis dan diplomasi.
Foto bersama perserta Table Manner: Dekan FEBIS UTA’45, Kaprodi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta, Dosen Ilmu Komunikasi dan Mahasiswa (Foto: Bayu/ Humasdan Media Center UTA’45)
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa dan peserta dalam menjalin jejaring profesional yang santun dan berkesan di masa mendatang.
Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta resmi melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung di sembilan desa, yaitu Desa Ciadeg, Ciburayut, Ciburuy, Cigombong, Cisalada, Pasir Jaya, Srogol, Tugujaya, dan Watesjaya.
Program KKN tahun ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi lintas fakultas, yaitu Fakultas Teknik, Fakultas Farmasi, Fakultas Ekonomi, Bisnis dan Ilmu Sosial (FEBIS), serta Fakultas Hukum. Kolaborasi antar mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih luas dan berdampak positif bagi masyarakat setempat.
Koordinator KKN UTA’45 Jakarta, Theodorus Rexa Handoyo, S.Farm., M.Farm., menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta untuk menjalankan setiap program kerja dengan baik, menjaga etika, serta selalu membawa nama baik kampus dalam setiap aktivitas di lapangan. “Kegiatan KKN ini bukan hanya pengabdian, tapi juga pembuktian bahwa mahasiswa UTA’45 mampu memberikan solusi dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dekan Fakultas Hukum UTA’45 Jakarta, Dr. Wagiman S.Fil, SH, M.H, menyatakan bahwa KKN 2025 ini merupakan babak baru, daerah baru tentunya anak-anak Fakultas Hukum bisa menerapkan dan membuka posko bantuan hukum.
Dekan Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan Ilmu Sosial, Dr. Bobby Reza, S.Kom., MM., dalam arahannya menyatakan bahwa kehadiran UTA’45 di Cigombong adalah bagian dari upaya untuk turut membangun wilayah melalui penerapan ilmu di daerah. “Saya berharap mahasiswa mampu meninggalkan kesan yang bermakna dan kontribusi nyata yang bisa dirasakan oleh warga desa,” katanya.
Senada dengan itu, Dekan Fakultas Teknik, Dr. Denny Magni Sundara, ST., MT., mengajak mahasiswa untuk belajar berinteraksi dan membaur dengan masyarakat. “Apa yang kalian pelajari di ruang kelas, saatnya dibagikan dan dimanfaatkan bersama masyarakat. Di sinilah nilai sebenarnya dari ilmu,” tuturnya.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UTA’45 Jakarta, Dr. Firman, S.Sos., M.A (Foto: Marisa/ Pers & Media UTA’45 Jakarta)
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UTA’45 Jakarta, Dr. Firman, S.Sos., M.A., berharap seluruh program dapat berjalan dengan lancar dan mendapat dukungan dari perangkat desa serta masyarakat. “Kami ingin membangun sinergi yang kuat antara kampus, mahasiswa, dan pemerintah desa, sehingga hasilnya benar-benar terasa dan bermanfaat,” ujarnya.
Camat Cigombong, E. Irwan Somantri, S.STP., M.M., menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa UTA’45 di wilayahnya. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi proses belajar, tapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Mahasiswa bisa belajar langsung dari kehidupan masyarakat sekaligus menerapkan apa yang telah mereka pelajari di kampus,” ungkapnya.
Camat Cigombong, E. Irwan Somantri, S.STP., M.M., saat menerima mahasiswa dan memberikan pesan kepada seluruh mahsiswa KKN UTA’45 Jakarta (Foto: Marisa/ Pers & Media UTA’45 Jakarta)
Salah satu mahasiswa peserta KKN, Gaby dari program studi Hubungan Internasional, mengungkapkan antusiasmenya mengikuti program ini. “Saya dan tim telah menyiapkan sejumlah program pemberdayaan masyarakat, seperti pendampingan pemuda desa agar lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan global,” ujar Gaby. Ia juga menambahkan bahwa KKN merupakan kesempatan berharga untuk belajar langsung dari masyarakat dan memberikan kontribusi nyata di luar ruang kelas.
Melalui kegiatan KKN ini, UTA’45 Jakarta terus menegaskan komitmennya untuk mendekatkan kampus dengan masyarakat, serta menciptakan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta menerima kunjungan akademik dari Universitas Tulang Bawang (UTB) Lampung yang terdiri dari 98 mahasiswa beserta jajaran rektorat dan dosen Universitas (22/8/2025). Agenda utama pertemuan meliputi pengenalan program studi di bawah Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan Ilmu Sosial (FEBIS) UTA’45 Jakarta serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UTB, dilanjutkan penandatanganan kerja sama.
Acara dibuka dengan sambutan Dekan FEBIS UTA’45 Jakarta, Dr. Bobby Reza, S.Kom., M.M. Ia menegaskan komitmen UTA’45 dalam penguatan mutu pendidikan dan jejaring global. “UTA’45 telah mendidik mahasiswa hingga level internasional,” ujarnya, sembari memperkenalkan jajaran dosen dan para ketua program studi (kaprodi).
Dari pihak UTB, Dr. Rosida, Dekan FISIP, menyampaikan apresiasi atas penerimaan hangat UTA’45. “Terima kasih atas penyambutan yang sangat baik. Kami berharap kerja sama dapat terjalin secara konstruktif,” ucapnya. Dr. Erfina, Wakil Rektor UTB, menambahkan harapan agar kolaborasi yang dibangun dapat berkelanjutan dan berdampak nyata bagi pengembangan tridarma perguruan tinggi.
Penandatangan kerjasama Prodi di lingkunga FEBIS UTA’45 dengan FISIP Universitas Tulang Bawang (Gratxya/ Pers & Media UTA’45)
Momentum kunjungan diikuti penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Implementation Agreement (IA) antara Dekan FEBIS UTA’45 Jakarta dan Dekan FISIP UTB Lampung. Penandatanganan ini menjadi landasan kerja bersama dalam bidang pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan kurikulum, riset kolaboratif, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Usai seremoni, acara berlanjut dengan pemaparan profil prodi oleh para kaprodi UTA’45 Jakarta, yang menyoroti keunggulan kurikulum, dukungan laboratorium, dan peluang magang industri. Rombongan mahasiswa UTB kemudian meninjau sarana pembelajaran di lingkungan FEBIS, termasuk Laboratorium Digital dan Laboratorium Audio Visual.
Sebanyak 98 Mahasiswa FISIP Universias Tulang mengikuti kunjungan ke UTA’45 Jakarta (Gratxya/ Pers & Media UTA’45)
Para mahasiswa Universitas Tulang Bawang mengaku antusias karena dapat melihat langsung fasilitas praktik yang menunjang kompetensi era ekonomi kreatif dan transformasi digital. Kunjungan ditutup dengan foto bersama serta penjajakan tindak lanjut program kolaboratif pada semester mendatang. Kedua institusi menyepakati untuk segera menyusun rencana kerja rinci agar sinergi dapat segera diimplementasikan.
Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta menyelenggarakan Coaching Clinic Peningkatan Karir Dosen yang berlangsung di Aula Kampus, Jumat (29/8/2025). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Yasmirah Mandasari Saragih, S.H., M.H., CiArb., CLA., C.CL., CPMCP., yang memberikan panduan komprehensif mengenai proses peningkatan pangkat dan jenjang akademik bagi dosen.
Rektor UTA’45 Jakarta, Prof. apt. Diana Laila R, M.Farm., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat pemahaman dosen dalam menapaki jenjang karir akademik secara tepat. “Coaching clinic ini diharapkan dapat menjadi pedoman agar para dosen lebih disiplin, mampu meningkatkan produktivitas, serta bersama-sama membesarkan UTA’45 Jakarta. Kampus ini selalu membuka ruang kreativitas dan kewirausahaan untuk mendukung kemajuan institusi,” ujarnya.
Rektor UTA’45 Jakarta, Prof. apt. Diana Laila R, M.Farm., Ph.D., saat menyampaikan sambutan (Chya/ Pers & Media UTA’45 Jakarta)
Dalam pemaparannya, Prof. Yasmirah menekankan pentingnya kesiapan dosen dalam menyiapkan dokumen akademik, publikasi penelitian, serta keterlibatan aktif dalam pengabdian masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Beliau juga menguraikan strategi praktis untuk mempercepat kenaikan pangkat, termasuk teknik penulisan artikel ilmiah yang baik, pemilihan jurnal yang bereputasi, hingga pemanfaatan kolaborasi penelitian lintas institusi.
Acara ini tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga menggarisbawahi peran dosen sebagai agen perubahan yang harus terus berinovasi dalam riset, pengajaran, dan pengabdian. Dalam sesi tanya jawab, para dosen aktif berdiskusi mengenai kendala yang sering dihadapi, seperti keterbatasan waktu penelitian, publikasi internasional, hingga tantangan kolaborasi akademik. Diskusi interaktif ini memberikan gambaran nyata tentang upaya bersama yang perlu dilakukan untuk mendukung peningkatan karir secara berkelanjutan.
Narasumber Prof. Dr. Yasmirah Mandasari Saragih, S.H., M.H., CiArb., CLA., C.CL., CPMCP., saat memberikan coaching clinic (Chya/ Pers& Media UTA’45 Jakarta)
Melalui kegiatan ini, seluruh dosen UTA’45 Jakarta mendapatkan wawasan baru dan pemahaman praktis tentang apa saja yang perlu dipersiapkan dalam peningkatan karir akademik, khususnya dalam mendorong produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah. Coaching clinic ini diharapkan dapat menjadi bekal nyata bagi dosen untuk semakin berkembang, berprestasi, dan berkontribusi dalam memajukan institusi serta memperkuat peran UTA’45 Jakarta di tingkat nasional maupun internasional.
Suasana Balai Desa Cisalada pada Kamis pagi terasa berbeda. Puluhan pelaku UMKM gula aren berkumpul dengan penuh antusias mengikuti Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Sosialisasi Strategi Promosi Kreatif Produk Olahan Gula Aren” (14/8/2025). Kegiatan yang berlangsung selama dua jam ini menghadirkan dosen dan praktisi untuk berbagi ilmu tentang pengemasan, branding, hingga promosi digital.
Acara dibuka oleh Sekretaris Desa Cisalada, M. Busrol Karim, yang mengingatkan pentingnya keberanian beradaptasi. “UMKM harus berani berinovasi agar produk lokal seperti gula aren bisa dikenal lebih luas,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Dalam sesi materi, Abriandi, S.E., Ak., M.M., CA. menekankan pentingnya pondasi usaha yang sehat melalui manajemen keuangan sederhana. Peserta tampak serius mencatat saat beliau menekankan bahwa laporan keuangan adalah kunci keputusan bisnis.
Suasana semakin hidup ketika Dr. Leni Hartati, S.Sos., M.M. mengajak peserta berdiskusi tentang keunikan produk gula aren. Ia menekankan bahwa branding bukan sekadar logo atau desain visual, tetapi cerita yang melekat di benak konsumen. “Setiap produk punya cerita, dan itulah yang harus digali,” ungkapnya.
Kehangatan terasa ketika sesi praktik dipandu Endyastuti Pravitasari, S.ST., MBA. dan Muhammad Fikri Ghissani, M.Ikom.. Peserta diajak mencoba langsung membuat logo, tagline, hingga konten media sosial menggunakan ChatGPT. Tawa dan semangat muncul saat beberapa desain kreatif dipresentasikan, memperlihatkan potensi baru bagi produk lokal.
Foto bersama UMKM gula aren Cisalada (doc:: adm.Bisnis)
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para narasumber dan sesi foto bersama. Senyum para peserta mencerminkan harapan baru: UMKM gula aren Cisalada kini lebih percaya diri untuk melangkah ke pasar modern dengan strategi promosi yang lebih kreatif dan berbasis digital.
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta di Kecamatan Cigombong resmi ditutup. Acara penarikan mahasiswa berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, pada Kamis, 4 September 2025.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Camat Cigombong, Yedi Rachmawan, S.IP., M.Si., Ketua LPPM UTA’45 Jakarta Dr. Firman, S.Sos., M.A., Dekan FEBIS Dr. Bobby Reza, S.Kom., M.M., Koordinator KKN Theodorus Rexa Handoyo, S.Farm., M.Farm., para dosen pembimbing, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.
Sekretaris Camat Cigombong, Yedi Rachmawan, dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa UTA’45 Jakarta. Ia menilai kehadiran mahasiswa selama satu bulan telah membawa dampak nyata bagi masyarakat di berbagai desa.
“Kehadiran mahasiswa membawa warna luar biasa bagi masyarakat. Mulai dari sosialisasi sampah hingga pendidikan anak usia dini, semua sangat membantu. Kami juga banyak berdiskusi dengan mahasiswa mengenai arah pengembangan desa ke depan. Mudah-mudahan tahun depan UTA’45 bisa kembali hadir di Kecamatan Cigombong,” ungkapnya.
Beliau juga menegaskan bahwa pemerintah kecamatan membuka pintu selebar-lebarnya untuk menjalin kemitraan dengan universitas, terutama dalam upaya pemberdayaan masyarakat.
Koordinator KKN, Theodorus Rexa Handoyo, menambahkan bahwa mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga menghadirkan solusi inovatif, salah satunya dengan menyediakan sembilan unit alat pembakar sampah minim asap.
“Meski bukan solusi akhir, inovasi ini diharapkan dapat membantu mengurangi dampak permasalahan sampah di Cigombong,” jelasnya.
Dari pihak kampus, Ketua LPPM UTA’45 Jakarta, Dr. Firman, menegaskan pentingnya kolaborasi yang telah terjalin. “Kami bangga karena mahasiswa mampu menyelesaikan program meskipun waktu hanya sebulan. Semoga kerja sama dengan Kecamatan Cigombong terus berlanjut,” katanya.
Penyerahan Alat Pembakar Sampah Minim Asap (xya/ Pers & Media UTA’45 Jakarta)
Dekan FEBIS, Dr. Bobby Reza, menilai KKN sebagai ajang penting bagi mahasiswa untuk mengasah kepemimpinan, keterampilan sosial, dan inovasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Kesan mendalam juga datang dari para mahasiswa. Markus Alexander dari Prodi Ilmu Pemerintahan mengaku banyak belajar mengenai perbedaan budaya. “Sebagai orang timur, saya harus belajar menyesuaikan diri dengan budaya masyarakat Sunda yang halus dalam bertutur kata. Itu pengalaman berharga bagi saya, selain program kerja yang kami jalankan seperti sosialisasi dan workshop. Saya bangga bisa mengenal masyarakat Cigombong,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua KKN, Hawwin Alaina, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran kegiatan. Ia menilai suasana Cigombong yang kondusif membuat seluruh program kerja berjalan baik dan mahasiswa merasa betah.
“Program kerja kami di Cigombong berjalan lancar, suasananya juga sangat mendukung. Dari segi budaya dan pembelajaran, kami mendapat banyak pengalaman yang tidak ditemukan di perkotaan. Semoga ke depan Cigombong bisa terus menjadi lokasi KKN, karena tempat ini strategis dan masyarakatnya sangat terbuka,” ujarnya.
Acara penarikan mahasiswa KKN UTA’45 Jakarta di Kecamatan Cigombong ditutup dengan suasana hangat dan penuh keakraban. Baik pihak pemerintah kecamatan, kampus, maupun mahasiswa sama-sama berharap agar kerja sama ini terus berlanjut.
Kegiatan KKN 2025 di Cigombong bukan hanya meninggalkan program kerja dan inovasi, tetapi juga meninggalkan jejak positif berupa pengalaman, pelajaran, serta ikatan emosional antara mahasiswa dan masyarakat. Pemerintah Kecamatan Cigombong menyampaikan terima kasih, sementara UTA’45 Jakarta menegaskan komitmen untuk terus menjalin sinergi dengan masyarakat.
Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta (UTA’45 Jakarta) resmi membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (P2K2) Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu (10/9) di lapangan kampus UTA’45 Jakarta. Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari, 10–12 September 2025, dengan mengusung tema: “Berkolaborasi Dalam Keberagaman, Berprestasi untuk Nusantara.”
Pembukaan diawali dengan upacara bendera yang diikuti mahasiswa baru, panitia, serta jajaran pimpinan universitas. Acara kemudian dilanjutkan dengan peresmian P2K2 2025 oleh Ketua Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945 Jakarta, Bambang Sulistomo, S.IP., M.Si., bersama Rektor UTA’45 Jakarta, Prof. apt. Diana Laila R., M.Farm., Ph.D.Suasana semakin meriah dengan penampilan UKM Tari danfashion show mahasiswa baru, yang menampilkan busana kreasi dari kertas, plastik, dan bahan daur ulang lainnya sebagai simbol kreativitas dan kepedulian lingkungan.
Ketua Yayasan, Bambang Sulistomo, S.IP., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas semangat yang ditunjukkan mahasiswa baru UTA’45 Jakarta. Menurutnya, semangat tersebut merupakan modal berharga dalam menempuh pendidikan tinggi. Ia menilai, saat upacara pembukaan terlihat jelas bagaimana mahasiswa baru mampu berbicara lantang dan percaya diri, yang mencerminkan tekad kuat untuk belajar dengan sungguh-sungguh.
“Saya melihat semangat Anda begitu mengagumkan. Semangat seperti ini jangan pernah ditinggalkan dan jangan diubah. Universitas 17 Agustus akan terus mengembangkan diri menjadi perguruan tinggi yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Pengibaran Bendera Merah Putih pada Upacara Pembukaan P2K2 2025(Foto-Foto: Pers & Media/cya)
Dalam kesempatan yang sama, Rektor UTA’45 Jakarta, Prof. apt. Diana Laila R., M.Farm., Ph.D., turut memberikan arahan bagi mahasiswa baru. Beliau mengingatkan bahwa kesempatan menempuh pendidikan tinggi tidak datang begitu saja, melainkan hasil dari perjuangan besar keluarga. Karena itu, setiap mahasiswa dituntut untuk sungguh-sungguh menghargai dan memanfaatkan kesempatan ini.
“Tidak semua masyarakat Indonesia bisa duduk di bangku perkuliahan. Jangan pernah sia-siakan perjuangan dan pengorbanan orang tua. Kami berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan soft skills agar lulusan UTA’45 siap bersaing, bahkan di level internasional,” tegasnya.
Rektor juga menambahkan capaian-capaian penting yang telah diraih UTA’45 Jakarta. Meskipun berstatus sebagai universitas swasta, UTA’45 Jakarta konsisten mengirimkan mahasiswa dalam program pertukaran ke universitas kelas dunia. Selain itu, tingkat serapan lulusan UTA’45 Jakarta sangat tinggi, dengan hampir 100% alumni diterima bekerja dalam waktu kurang dari 6 bulan, bahkan lulusan program apoteker hanya membutuhkan waktu sekitar 2 bulan. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas pendidikan UTA’45 Jakarta telah diakui dan dibutuhkan oleh masyarakat luas.
Sementara itu, Ketua Panitia P2K2 2025, Muhamad Lutfi Ramadhan, dalam sambutan dan laporannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa P2K2 merupakan momentum penting bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan kampus sekaligus membangun karakter.
Kreativitas Mahasiswa Baru dalam Parade Kelompok P2K2 2025(Foto-Foto: Pers & Media/cya)
Menurutnya, keberagaman yang ada di UTA’45 Jakarta adalah kekuatan besar yang mampu mendorong mahasiswa untuk bersama-sama meraih prestasi demi kemajuan bangsa. Ia juga menekankan bahwa perjalanan sebagai mahasiswa tentu penuh tantangan, namun dengan semangat kolaborasi, kebersamaan, dan tekad yang kuat, seluruh mahasiswa baru diyakini akan mampu mengukir prestasi.
“P2K2 ini adalah momentum bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan di kampus dengan semangat, membangun karakter, dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan. Kami berharap kegiatan ini menjadi bekal awal bagi kalian untuk berprestasi dan memberi kontribusi nyata bagi Nusantara,”ujarnya.
Selama tiga hari, mahasiswa baru akan mengikuti agenda yang dikemas secara edukatif dan inspiratif. Kegiatan meliputi Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), pengenalan fakultas dan program studi, hingga penampilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan pentas seni. Seluruh rangkaian ini bertujuan memperkenalkan kehidupan kampus sekaligus membekali mahasiswa baru dengan pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang kokoh.
Dengan penyelenggaraan P2K2 2025, UTA’45 Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus mencetak lulusan yang berkualitas, berkarakter, dan siap menjawab tantangan zaman serta berkontribusi nyata bagi bangsa.