KKN UTA’45 Jakarta Membangun Desa di Kecamatan Cigombong

Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta resmi melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung di sembilan desa, yaitu Desa Ciadeg, Ciburayut, Ciburuy, Cigombong, Cisalada, Pasir Jaya, Srogol, Tugujaya, dan Watesjaya.

Program KKN tahun ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi lintas fakultas, yaitu Fakultas Teknik, Fakultas Farmasi, Fakultas Ekonomi, Bisnis dan Ilmu Sosial (FEBIS), serta Fakultas Hukum. Kolaborasi antar mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih luas dan berdampak positif bagi masyarakat setempat.

Koordinator KKN UTA’45 Jakarta, Theodorus Rexa Handoyo, S.Farm., M.Farm., menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta untuk menjalankan setiap program kerja dengan baik, menjaga etika, serta selalu membawa nama baik kampus dalam setiap aktivitas di lapangan. “Kegiatan KKN ini bukan hanya pengabdian, tapi juga pembuktian bahwa mahasiswa UTA’45 mampu memberikan solusi dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dekan Fakultas Hukum UTA’45 Jakarta, Dr. Wagiman S.Fil, SH, M.H, menyatakan bahwa KKN 2025 ini merupakan babak baru, daerah baru tentunya anak-anak Fakultas Hukum bisa menerapkan dan membuka posko bantuan hukum.

Dekan Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan Ilmu Sosial, Dr. Bobby Reza, S.Kom., MM., dalam arahannya menyatakan bahwa kehadiran UTA’45 di Cigombong adalah bagian dari upaya untuk turut membangun wilayah melalui penerapan ilmu di daerah. “Saya berharap mahasiswa mampu meninggalkan kesan yang bermakna dan kontribusi nyata yang bisa dirasakan oleh warga desa,” katanya.

Senada dengan itu, Dekan Fakultas Teknik, Dr. Denny Magni Sundara, ST., MT., mengajak mahasiswa untuk belajar berinteraksi dan membaur dengan masyarakat. “Apa yang kalian pelajari di ruang kelas, saatnya dibagikan dan dimanfaatkan bersama masyarakat. Di sinilah nilai sebenarnya dari ilmu,” tuturnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UTA’45 Jakarta, Dr. Firman, S.Sos., M.A (Foto: Marisa/ Pers & Media UTA’45 Jakarta)

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UTA’45 Jakarta, Dr. Firman, S.Sos., M.A., berharap seluruh program dapat berjalan dengan lancar dan mendapat dukungan dari perangkat desa serta masyarakat. “Kami ingin membangun sinergi yang kuat antara kampus, mahasiswa, dan pemerintah desa, sehingga hasilnya benar-benar terasa dan bermanfaat,” ujarnya.

Camat Cigombong, E. Irwan Somantri, S.STP., M.M., menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa UTA’45 di wilayahnya. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi proses belajar, tapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Mahasiswa bisa belajar langsung dari kehidupan masyarakat sekaligus menerapkan apa yang telah mereka pelajari di kampus,” ungkapnya.

Camat Cigombong, E. Irwan Somantri, S.STP., M.M., saat menerima mahasiswa dan memberikan pesan kepada seluruh mahsiswa KKN UTA’45 Jakarta (Foto: Marisa/ Pers & Media UTA’45 Jakarta)

Salah satu mahasiswa peserta KKN, Gaby dari program studi Hubungan Internasional, mengungkapkan antusiasmenya mengikuti program ini. “Saya dan tim telah menyiapkan sejumlah program pemberdayaan masyarakat, seperti pendampingan pemuda desa agar lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan global,” ujar Gaby. Ia juga menambahkan bahwa KKN merupakan kesempatan berharga untuk belajar langsung dari masyarakat dan memberikan kontribusi nyata di luar ruang kelas.

Melalui kegiatan KKN ini, UTA’45 Jakarta terus menegaskan komitmennya untuk mendekatkan kampus dengan masyarakat, serta menciptakan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *