Category: Berita Ilmu Komunikasi

  • P2K2 2025 Dibuka, UTA’45 Jakarta Tanamkan Semangat dan Integritas pada Mahasiswa Baru

    P2K2 2025 Dibuka, UTA’45 Jakarta Tanamkan Semangat dan Integritas pada Mahasiswa Baru

    Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta (UTA’45 Jakarta) resmi membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (P2K2) Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu (10/9) di lapangan kampus UTA’45 Jakarta. Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari, 10–12 September 2025, dengan mengusung tema: “Berkolaborasi Dalam Keberagaman, Berprestasi untuk Nusantara.”

    Pembukaan diawali dengan upacara bendera yang diikuti mahasiswa baru, panitia, serta jajaran pimpinan universitas. Acara kemudian dilanjutkan dengan peresmian P2K2 2025 oleh Ketua Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945 Jakarta, Bambang Sulistomo, S.IP., M.Si., bersama Rektor UTA’45 Jakarta, Prof. apt. Diana Laila R., M.Farm., Ph.D.Suasana semakin meriah dengan penampilan UKM Tari danfashion show mahasiswa baru, yang menampilkan busana kreasi dari kertas, plastik, dan bahan daur ulang lainnya sebagai simbol kreativitas dan kepedulian lingkungan.

    Ketua Yayasan, Bambang Sulistomo, S.IP., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas semangat yang ditunjukkan mahasiswa baru UTA’45 Jakarta. Menurutnya, semangat tersebut merupakan modal berharga dalam menempuh pendidikan tinggi. Ia menilai, saat upacara pembukaan terlihat jelas bagaimana mahasiswa baru mampu berbicara lantang dan percaya diri, yang mencerminkan tekad kuat untuk belajar dengan sungguh-sungguh.

    “Saya melihat semangat Anda begitu mengagumkan. Semangat seperti ini jangan pernah ditinggalkan dan jangan diubah. Universitas 17 Agustus akan terus mengembangkan diri menjadi perguruan tinggi yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

    Pengibaran Bendera Merah Putih pada Upacara Pembukaan P2K2 2025 (Foto-Foto: Pers & Media/cya)

    Dalam kesempatan yang sama, Rektor UTA’45 Jakarta, Prof. apt. Diana Laila R., M.Farm., Ph.D., turut memberikan arahan bagi mahasiswa baru. Beliau mengingatkan bahwa kesempatan menempuh pendidikan tinggi tidak datang begitu saja, melainkan hasil dari perjuangan besar keluarga. Karena itu, setiap mahasiswa dituntut untuk sungguh-sungguh menghargai dan memanfaatkan kesempatan ini.

    “Tidak semua masyarakat Indonesia bisa duduk di bangku perkuliahan. Jangan pernah sia-siakan perjuangan dan pengorbanan orang tua. Kami berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan soft skills agar lulusan UTA’45 siap bersaing, bahkan di level internasional,” tegasnya.

    Rektor juga menambahkan capaian-capaian penting yang telah diraih UTA’45 Jakarta. Meskipun berstatus sebagai universitas swasta, UTA’45 Jakarta konsisten mengirimkan mahasiswa dalam program pertukaran ke universitas kelas dunia. Selain itu, tingkat serapan lulusan UTA’45 Jakarta sangat tinggi, dengan hampir 100% alumni diterima bekerja dalam waktu kurang dari 6 bulan, bahkan lulusan program apoteker hanya membutuhkan waktu sekitar 2 bulan. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas pendidikan UTA’45 Jakarta telah diakui dan dibutuhkan oleh masyarakat luas.

    Sementara itu, Ketua Panitia P2K2 2025, Muhamad Lutfi Ramadhan, dalam sambutan dan laporannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa P2K2 merupakan momentum penting bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan kampus sekaligus membangun karakter.

    Kreativitas Mahasiswa Baru dalam Parade Kelompok P2K2 2025 (Foto-Foto: Pers & Media/cya)

    Menurutnya, keberagaman yang ada di UTA’45 Jakarta adalah kekuatan besar yang mampu mendorong mahasiswa untuk bersama-sama meraih prestasi demi kemajuan bangsa. Ia juga menekankan bahwa perjalanan sebagai mahasiswa tentu penuh tantangan, namun dengan semangat kolaborasi, kebersamaan, dan tekad yang kuat, seluruh mahasiswa baru diyakini akan mampu mengukir prestasi.

    “P2K2 ini adalah momentum bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan di kampus dengan semangat, membangun karakter, dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan. Kami berharap kegiatan ini menjadi bekal awal bagi kalian untuk berprestasi dan memberi kontribusi nyata bagi Nusantara,”ujarnya.

    Selama tiga hari, mahasiswa baru akan mengikuti agenda yang dikemas secara edukatif dan inspiratif. Kegiatan meliputi Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), pengenalan fakultas dan program studi, hingga penampilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan pentas seni. Seluruh rangkaian ini bertujuan memperkenalkan kehidupan kampus sekaligus membekali mahasiswa baru dengan pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang kokoh.

    Dengan penyelenggaraan P2K2 2025, UTA’45 Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus mencetak lulusan yang berkualitas, berkarakter, dan siap menjawab tantangan zaman serta berkontribusi nyata bagi bangsa.

  • Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Jadi Rujukan Benchmarking Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam STIDKI Bogor

    Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Jadi Rujukan Benchmarking Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam STIDKI Bogor

    Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta menerima kunjungan benchmarking dari Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam STIDKI Bogor pada 9 Februari 2026, dalam rangka penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan yang bertepatan dengan momentum Hari Pers Nasional ini difokuskan pada pertukaran praktik baik pengelolaan pendidikan, pengembangan kurikulum, kolaborasi riset, serta peluang kerja sama pengabdian masyarakat berbasis media dan komunikasi.

    Kegiatan berlangsung di Ruang 509 Kampus UTA’45 Jakarta dan dihadiri oleh lima dosen Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta, tiga dosen STIDKI Bogor, serta perwakilan yayasan. Selain sesi diskusi akademik, rombongan juga meninjau berbagai fasilitas pembelajaran milik Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta, termasuk studio radio dan studio televisi yang digunakan sebagai sarana praktikum dan produksi konten mahasiswa.

    Dalam diskusi, kedua belah pihak menyoroti pentingnya inovasi kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan industri media digital, penguatan budaya riset dosen dan mahasiswa, serta pengabdian masyarakat yang relevan dengan kebutuhan publik. Benchmarking dipandang sebagai strategi untuk meningkatkan mutu tata kelola program studi sekaligus memperluas jejaring akademik antarperguruan tinggi.

    Penandatanganan kerja sama sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi dan pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Foto-Foto: Pers & Media/Bayu)

    Kaprodi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta, Vidya Kusumawardani, M.Si., menyampaikan bahwa pihaknya terbuka untuk membangun kerja sama yang konkret dan berkelanjutan di seluruh aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Ke depan harus ada jalinan kerja sama dalam semua bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami sangat terbuka untuk berpartisipasi dalam berbagai program kolaboratif,” ujarnya.

    Sementara itu, perwakilan STIDKI Bogor, Dr. Indra Dita Puspito, M.Sos., mengapresiasi sambutan hangat dari Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta serta menyatakan kesiapan institusinya untuk menjalin kemitraan jangka panjang. “Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa. STIDKI menyambut dengan antusias kerja sama yang akan terjalin dan siap terus berkolaborasi ke depannya,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai rujukan akademik di bidang komunikasi, sekaligus mendorong terciptanya sinergi yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan komunikasi dan penyiaran di Indonesia.

  • UTA’45 Jakarta Jadi Sponsor Penghargaan Internasional di 2026 Summit on Communication & Sport di Dublin

    UTA’45 Jakarta Jadi Sponsor Penghargaan Internasional di 2026 Summit on Communication & Sport di Dublin

    Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan ilmu komunikasi dan olahraga di tingkat global dengan menjadi salah satu sponsor dalam ajang 2026 Summit on Communication & Sport yang diselenggarakan pada 12–14 Maret 2026 di kampus Dublin City University, Irlandia.

    Dalam kegiatan akademik internasional yang diinisiasi oleh International Association for Communication & Sport (IACS) tersebut, UTA’45 Jakarta secara khusus menjadi sponsor untuk penghargaan Top Student Paper Award 2026, sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan kepada karya ilmiah mahasiswa terbaik dalam bidang komunikasi olahraga.

    Konferensi internasional ini mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan perkembangan mutakhir dalam kajian komunikasi olahraga. Berbagai topik strategis dibahas, mulai dari jurnalisme olahraga, media dan fandom, kecerdasan buatan dalam komunikasi olahraga, hingga isu gender, diskriminasi, dan politik dalam olahraga.

    Partisipasi UTA’45 Jakarta sebagai sponsor menunjukkan komitmen universitas dalam mendukung perkembangan riset global serta mendorong mahasiswa dan akademisi untuk aktif dalam forum akademik internasional.

    Dukungan terhadap Top Student Paper Award juga menjadi bentuk nyata kontribusi UTA’45 Jakarta dalam mendorong lahirnya generasi peneliti muda di bidang komunikasi olahraga.Selain menjadi sponsor penghargaan, keterlibatan akademisi UTA’45 Jakarta juga terlihat melalui partisipasi dalam forum ilmiah konferensi tersebut, yang menampilkan riset tentang komunikasi olahraga dalam konteks global dan transnasional.

    Dengan keterlibatan dalam forum internasional ini, UTA’45 Jakarta semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif dalam jejaring akademik global serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu komunikasi dan olahraga di tingkat dunia.

    Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta merupakan salah satu perguruan tinggi yang memiliki komitmen kuat dalam pengembangan pendidikan, riset, dan kolaborasi internasional, termasuk dalam bidang komunikasi, media, dan olahraga

  • UTA’45 Jakarta Gandeng Merry Riana Learning Centre,Tingkatkan Soft Skills Mahasiswa melalui Pelatihan Public Speaking

    UTA’45 Jakarta Gandeng Merry Riana Learning Centre,Tingkatkan Soft Skills Mahasiswa melalui Pelatihan Public Speaking

    Career Center UTA’45 Jakarta bekerja sama dengan Merry Riana Learning Centre menyelenggarakan kegiatan “Merry Riana Gives Back Executive: Pelatihan Public Speaking Bagi Mahasiswa UTA’45 Jakarta” pada Rabu, 13 Mei 2026 di Auditorium UTA’45 Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa aktif UTA’45 Jakarta dari seluruh angkatan dan program studi.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Rektor I UTA’45 Jakarta Dr. Sihar Tambun, S.E., M.Si., Ak., pihak Career Center UTA’45 Jakarta, serta perwakilan dari Merry Riana Learning Centre. Pelatihan menghadirkan Tika Rumengan selaku Executive Trainer Merry Riana Learning Centre sebagai narasumber utama.

    Pelatihan public speaking ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan komunikasi, rasa percaya diri, dan keterampilan berbicara di depan umum bagi mahasiswa sebagai bekal menghadapi dunia akademik maupun dunia kerja yang semakin kompetitif.

    Dalam sambutannya, Dr. Sihar Tambun, S.E., M.Si., Ak. menyampaikan bahwa kemampuan komunikasi menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki mahasiswa selain kemampuan akademik.

    “Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga harus mampu menyampaikan ide dan gagasannya secara efektif. Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa UTA’45 Jakarta semakin percaya diri dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja,” ujarnya.

    Sesi interaktif dalam pelatihan public speaking/(Foto: Pers & Media/Xyaa)

    Sementara itu, Kepala Career Center UTA’45 Jakarta, Yanuar Rahmadan, S.IP., M.A., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kampus dalam mendukung pengembangan soft skills mahasiswa.

    “Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, khususnya dalam meningkatkan kemampuan public speaking dan komunikasi interpersonal,” ungkapnya.

    Dalam sesi materi, Tika Rumengan menjelaskan pentingnya kemampuan public speaking dalam kehidupan akademik, organisasi, maupun profesional. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai teknik dasar public speaking, cara membangun rasa percaya diri, hingga teknik penyampaian pesan yang efektif.

    “Public speaking bukan hanya tentang berbicara di depan banyak orang, tetapi bagaimana seseorang mampu menyampaikan pesan dengan percaya diri, jelas, dan efektif,” jelas Tika Rumengan.

    Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik berbicara di depan audiens guna melatih kemampuan komunikasi verbal maupun nonverbal.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa UTA’45 Jakarta dapat meningkatkan keterampilan komunikasi dan lebih siap menghadapi tantangan di masa mendatang.

  • Michelle Floranica meraih penghargaan Best Presenter pada International Essay Competition 2026

    Michelle Floranica meraih penghargaan Best Presenter pada International Essay Competition 2026

    Bagi sebagian orang, meme di media sosial mungkin hanya dianggap sebagai hiburan. Namun, di tangan Michelle Floranica, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta, hargaan Best Presenter pada International Essay Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Center for Media and Sport Studies (CMSS) pada 23 Juni 2026.

    Melalui esai berjudul MemeWarfare: Visual Culture and the Weaponization of Humor in Modern Political Communication, Michelle mengkaji bagaimana meme berkembang menjadi bagian dari komunikasi politik digital. Menurutnya, meme tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga dapat memengaruhi cara masyarakat menyampaikan kritik, membentuk opini publik, hingga merespons berbagai isu sosial dan politik.

    “Hal yang paling menarik bagi saya adalah ketika menyadari bahwa humor yang selama ini dianggap sekadar hiburan ternyata dapat menjadi instrumen penting dalam komunikasi politik. Meme bukan hanya digunakan untuk menghibur, tetapi juga dapat menjadi sarana demokratisasi sekaligus berpotensi memperkuat polarisasi di masyarakat,” ujar Michelle.

    Di balik keberhasilannya, Michelle mengaku proses penyusunan esai hingga persiapan presentasi membutuhkan waktu lebih dari satu minggu. Ia memulai dengan mengumpulkan berbagai referensi, menganalisis fenomena komunikasi digital, menyusun argumentasi, hingga menyiapkan presentasi yang dapat dipahami oleh dewan juri internasional.

    “Tantangan terbesar bagi saya adalah bagaimana menjelaskan fenomena komunikasi digital yang cukup kompleks dengan cara yang sederhana, tetapi tetap memiliki kedalaman analisis. Untuk itu, saya banyak berlatih public speaking dan menyusun slide presentasi yang sederhana, visual, namun tetap mampu menyampaikan pesan secara efektif,” katanya.

    Michelle juga menilai dukungan dari Program Studi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya. Menurutnya, bimbingan dosen, kemudahan memperoleh referensi, serta motivasi yang diberikan selama proses persiapan menjadi bekal untuk tampil percaya diri di tingkat internasional.

    “Program Studi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta memberikan dukungan yang luar biasa, mulai dari bimbingan, akses terhadap berbagai referensi, hingga motivasi yang membuat saya semakin percaya diri untuk tampil di forum internasional,” ungkapnya.

    Ke depan, Michelle ingin terus mendalami kajian komunikasi digital dan komunikasi politik melalui penelitian maupun kompetisi ilmiah lainnya. Baginya, penghargaan Best Presenter bukan menjadi akhir perjalanan, melainkan motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan akademik.

    “Saya ingin terus mengeksplorasi kajian komunikasi digital dan politik melalui kompetisi maupun penelitian lainnya. Harapannya, pengalaman ini menjadi langkah awal untuk terus mengasah kemampuan analisis, memperluas wawasan, dan memberikan kontribusi melalui karya-karya ilmiah,” tuturnya.

    Michelle berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mengangkat isu-isu kontemporer menjadi karya ilmiah dan membawanya ke forum akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, keberanian untuk mencoba, didukung proses belajar yang konsisten, dapat membuka peluang untuk berprestasi sekaligus memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

  • Workshop Jurnalistik Prodi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa

    Workshop Jurnalistik Prodi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa

    Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta sukses menyelenggarakan Workshop Jurnalistik bertema “Jurnalisme Multimedia: Konten Kreatif di Era Digital”, pada Senin (30/6/2025) di Ruang 411, Gedung UTA’45 Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan industri media digital.

    Workshop menghadirkan narasumber utama Dr. Makroen Sanjaya, M.Sos, praktisi media dan komunikasi sekaligus Direktur TV Muhammadiyah (TvMu). Dalam pemaparannya, Dr. Makroen membagikan pengalaman serta memberikan pelatihan langsung mengenai teknik jurnalisme multimedia, mulai dari perencanaan konten, pengambilan gambar, penulisan naskah, hingga editing video jurnalistik.

    Ia juga menyoroti peran teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam industri media saat ini. Menurutnya, AI dapat menjadi alat bantu yang mendukung efisiensi kerja jurnalistik, namun tidak dapat menggantikan kreativitas dan kepekaan jurnalis.

    Pemaparan materi oleh pembicara Dr. Makroen Sanjaya, M.Sos (Photo: Xya/ Pers & Media UTA’45)

    “AI bisa menjadi alat bantu yang luar biasa, tapi jurnalisme membutuhkan rasa, perspektif, dan kepekaan terhadap realitas sosial yang tidak bisa digantikan oleh teknologi,” tegasnya

    Workshop dibuka oleh Kaprodi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta, Vidya Kusumawardani, M.Si, yang menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan antusiasme peserta. “Kegiatan ini kami laksanakan tidak hanya untuk memberikan wawasan terkait dunia jurnalisme, tetapi juga untuk meningkatkan kreativitas teman-teman semua agar siap menghadapi tantangan industri di era digitalisasi ke depan,” ujarnya.

    Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah penandatanganan MoA antara Program Studi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta dengan TV Muhammadiyah (TvMu), yang dilakukan langsung oleh Dekan FEBIS UTA’45 Jakarta, Dr. Bobby Reza, S.Kom, MM.  Ia berharap kerja sama ini memberikan manfaat konkret bagi mahasiswa dalam mempersiapkan karier mereka. “Semoga apa yang kalian ikuti hari ini bisa menjadi masukan yang baik untuk kalian dalam menata dan menyiapkan masa depan setelah lulus dari Program Studi Ilmu Komunikasi,” ujar Bobby

    Penandatanganan MoA (Photo: Xya/ Pers & Media UTA’45)

    Sebagai penutup, mahasiswa mengikuti sesi praktik pembuatan video jurnalistik. Dalam sesi ini, mereka ditantang untuk menerapkan materi yang telah dipelajari secara langsung, mulai dari ide cerita hingga proses penyuntingan. Kegiatan ini menjadi ajang eksplorasi kreatif dan penguatan keterampilan teknis mahasiswa.

    Workshop ini menjadi bagian dari komitmen Prodi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta untuk menjembatani dunia akademik dan kebutuhan industri, sekaligus mencetak lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi media dan siap bersaing di era digital.

  • Mahasiswa Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta Wujudkan Pembelajaran Berdampak melalui Pengabdian Masyarakat Berbasis Literasi Digital

    Mahasiswa Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta Wujudkan Pembelajaran Berdampak melalui Pengabdian Masyarakat Berbasis Literasi Digital

    Foto bersama peserta Pengabdian Masyarakat, pemuda Karang Taruna Rawa Badak (Foto: Humas Himakom)

    Jakarta–Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan berdampak bagi masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) yang diselenggarakan di RPTRA Rawabadak, Jakarta Utara, pada Sabtu (19/7/2025).

    Kegiatan ini merupakan luaran pembelajaran dari mata kuliah Manajemen Media Digital dan New Media yang diampu oleh Danang Trijayanto, M.A. Melalui pendekatan experiential learning, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga mengimplementasikan kompetensi komunikasi digital secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

    Mengusung tema “Mengoptimalkan Komunikasi Digital sebagai Sarana Pemberdayaan Karang Taruna”, kegiatan ini melibatkan remaja Karang Taruna berusia 15–20 tahun sebagai peserta utama. Mahasiswa memberikan edukasi mengenai strategi komunikasi digital, pengelolaan media sosial, hingga pemanfaatan platform digital untuk memperkuat organisasi, mempromosikan kegiatan positif, serta membangun citra komunitas yang lebih produktif dan adaptif di era digital.

    Pemateri Gilang Abitio dan Sitti Nur Azizah (Foto: Humas Himakom)

    Materi disampaikan oleh mahasiswa Gilang Abitio dan Sitti Nur Azizah, yang membagikan wawasan sekaligus praktik mengenai pengelolaan media sosial secara efektif, penyusunan strategi komunikasi digital, dan pentingnya membangun identitas organisasi yang kredibel di ruang digital. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan melalui sesi diskusi dan praktik yang berlangsung interaktif.

    Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta, Vidya Kusumawardani, S.I.Kom., M.Si., yang mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu komunikasi untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

    “Kegiatan ini menjadi ruang nyata bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang dipelajari sekaligus memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat. Inilah bentuk pembelajaran yang kami dorong di Program Studi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta, yaitu pembelajaran yang relevan, kolaboratif, dan berdampak,” ujarnya.

    Senada dengan itu, dosen pengampu Danang Trijayanto, M.A. menegaskan bahwa kegiatan pengabdian merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik.

    “Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep komunikasi digital, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan tersebut untuk memberdayakan masyarakat. Pengalaman seperti ini akan memperkuat kompetensi profesional sekaligus kepekaan sosial mahasiswa,” jelasnya.

    Anis Fahdina, Ketua Pelaksana Program Pengabdian Kepada Masyarakat (Foto: Humas Himakom)

    Sementara itu, Ketua Penyelenggara Anis Fahdina menyampaikan bahwa kegiatan dirancang secara kolaboratif agar peserta memperoleh keterampilan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

    “Harapannya, remaja Karang Taruna mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana membangun citra positif organisasi, menyebarluaskan kegiatan yang bermanfaat, serta memperkuat jejaring sosial di lingkungan mereka,” tuturnya.

    Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta terus memperkuat posisinya sebagai program studi yang mengintegrasikan pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan kompetensi digital. Pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membentuk lulusan yang adaptif, profesional, dan memiliki kepedulian sosial di tengah perkembangan ekosistem komunikasi digital.

  • Prodi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta Dorong Literasi Digital Generasi Muda melalui Pengabdian Mahasiswa di SMK Al-Khairiyah Bahari

    Prodi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta Dorong Literasi Digital Generasi Muda melalui Pengabdian Mahasiswa di SMK Al-Khairiyah Bahari

    Jakarta-Sebagai bagian dari komitmen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “New Culture, New Generation: Adaptasi dan Inovasi di Era Digital”. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Al-Khairiyah Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu (15/7/2026), dengan menggandeng siswa kelas XII sebagai peserta.

    Program Studi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta terus memantapkan visinya sebagai pusat pengembangan kompetensi praktisi komunikasi yang unggul, adaptif, dan berdaya guna bagi masyarakat. Melalui PKM ini, mahasiswa tidak sekadar mentransfer pengetahuan, melainkan mengimplementasikan hasil pembelajaran di ruang kelas—mulai dari pemahaman terhadap dinamika budaya digital, kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, hingga pemanfaatan media digital secara kreatif dan etis—ke dalam sesi edukasi interaktif yang relevan dengan realitas generasi muda saat ini.

    Kegiatan dibuka oleh Ketua Pelaksana Muhammad Iqbal Kurniawan, Dosen Pendamping Danang Trijayanto, S.I.Kom., M.A., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Vidya Kusumawardani, M.Si., serta perwakilan SMK Al-Khairiyah Bahari. Rangkaian acara mencakup penyampaian materi, diskusi interaktif, tanya jawab, dan ice breaking yang dirancang untuk membangun pemahaman siswa terhadap perubahan budaya komunikasi di era digital.

    Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta, Vidya Kusumawardani, M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan manifestasi dari kurikulum prodi yang mengedepankan pendidikan berbasis pengalaman (experiential learning). “Kami percaya bahwa kompetensi komunikator masa depan tidak dibangun hanya melalui teori, tetapi juga melalui praktik langsung yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. PKM menjadi wahana penting bagi mahasiswa untuk mengasah empati, tanggung jawab sosial, dan kemampuan public speaking dalam konteks yang sesungguhnya,” ujarnya.

    Dosen Pendamping Danang Trijayanto, S.I.Kom., M.A., menambahkan bahwa Program Studi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta secara konsisten mendorong mahasiswa untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. “Di Prodi ini, mahasiswa dilatih untuk tidak hanya memahami fenomena komunikasi, tetapi juga mampu menyusun strategi edukasi yang efektif bagi berbagai kalangan. Interaksi langsung dengan siswa SMK menjadi pengalaman berharga dalam membentuk kompetensi praktisi komunikasi yang humanis dan adaptif,” jelas Danang.

    Ketua Pelaksana PKM, Muhammad Iqbal Kurniawan, menyampaikan bahwa pemilihan tema didasari pada urgensi literasi digital bagi generasi muda. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta mampu menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat. Teknologi harus diposisikan sebagai ruang belajar, berkarya, dan pengembangan diri—bukan sekadar hiburan,” tutur Iqbal.

    Kolaborasi antara HIMAKOM UTA’45 Jakarta dan SMK Al-Khairiyah Bahari menjadi bukti nyata sinergi link and match antara perguruan tinggi dan dunia pendidikan vokasi dalam menghadirkan edukasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Bagi Program Studi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta, kegiatan ini sekaligus memperkuat positioning prodi sebagai institusi yang menghasilkan lulusan komunikasi unggul, berintegritas, dan berkontribusi aktif terhadap pembangunan literasi digital bangsa.

  • Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Jadi Rujukan Benchmarking Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam STIDKI Bogor

    Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Jadi Rujukan Benchmarking Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam STIDKI Bogor

    Kegiatan praktik podcast di studio TV UTA’45 Jakarta (Foto-Foto: Pers & Media/Bayu)

    UTA BICARA – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta menerima kunjungan benchmarking dari Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam STIDKI Bogor pada 9 Februari 2026, dalam rangka penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan yang bertepatan dengan momentum Hari Pers Nasional ini difokuskan pada pertukaran praktik baik pengelolaan pendidikan, pengembangan kurikulum, kolaborasi riset, serta peluang kerja sama pengabdian masyarakat berbasis media dan komunikasi.

    Kegiatan berlangsung di Ruang 509 Kampus UTA’45 Jakarta dan dihadiri oleh lima dosen Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta, tiga dosen STIDKI Bogor, serta perwakilan yayasan. Selain sesi diskusi akademik, rombongan juga meninjau berbagai fasilitas pembelajaran milik Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta, termasuk studio radio dan studio televisi yang digunakan sebagai sarana praktikum dan produksi konten mahasiswa.

    Dalam diskusi, kedua belah pihak menyoroti pentingnya inovasi kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan industri media digital, penguatan budaya riset dosen dan mahasiswa, serta pengabdian masyarakat yang relevan dengan kebutuhan publik. Benchmarking dipandang sebagai strategi untuk meningkatkan mutu tata kelola program studi sekaligus memperluas jejaring akademik antarperguruan tinggi.

    Penandatanganan kerja sama sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi dan pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Foto-Foto: Pers & Media/Bayu)

    Kaprodi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta, Vidya Kusumawardani, M.Si., menyampaikan bahwa pihaknya terbuka untuk membangun kerja sama yang konkret dan berkelanjutan di seluruh aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Ke depan harus ada jalinan kerja sama dalam semua bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami sangat terbuka untuk berpartisipasi dalam berbagai program kolaboratif,” ujarnya.

    Sementara itu, perwakilan STIDKI Bogor, Dr. Indra Dita Puspito, M.Sos., mengapresiasi sambutan hangat dari Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta serta menyatakan kesiapan institusinya untuk menjalin kemitraan jangka panjang. “Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa. STIDKI menyambut dengan antusias kerja sama yang akan terjalin dan siap terus berkolaborasi ke depannya,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai rujukan akademik di bidang komunikasi, sekaligus mendorong terciptanya sinergi yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan komunikasi dan penyiaran di Indonesia.

  • Prodi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa Lewat Workshop Jurnalistik

    Prodi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa Lewat Workshop Jurnalistik

    JAKARTA, UTA BICARA – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta sukses menyelenggarakan Workshop Jurnalistik bertema “Jurnalisme Multimedia: Konten Kreatif di Era Digital”, pada Senin (30/6/2025) di Ruang 411, Gedung UTA’45 Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan industri media digital.

    Workshop menghadirkan narasumber utama Dr. Makroen Sanjaya, M.Sos, praktisi media dan komunikasi sekaligus Direktur TV Muhammadiyah (TvMu). Dalam pemaparannya, Dr. Makroen membagikan pengalaman serta memberikan pelatihan langsung mengenai teknik jurnalisme multimedia, mulai dari perencanaan konten, pengambilan gambar, penulisan naskah, hingga editing video jurnalistik.

    Ia juga menyoroti peran teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam industri media saat ini. Menurutnya, AI dapat menjadi alat bantu yang mendukung efisiensi kerja jurnalistik, namun tidak dapat menggantikan kreativitas dan kepekaan jurnalis.

    “AI bisa menjadi alat bantu yang luar biasa, tapi jurnalisme membutuhkan rasa, perspektif, dan kepekaan terhadap realitas sosial yang tidak bisa digantikan oleh teknologi,” tegasnya

    Workshop dibuka oleh Kaprodi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta, Vidya Kusumawardani, M.Si, yang menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan antusiasme peserta. “Kegiatan ini kami laksanakan tidak hanya untuk memberikan wawasan terkait dunia jurnalisme, tetapi juga untuk meningkatkan kreativitas teman-teman semua agar siap menghadapi tantangan industri di era digitalisasi ke depan,” ujarnya.

    Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah penandatanganan MoA antara Program Studi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta dengan TV Muhammadiyah (TvMu), yang dilakukan langsung oleh Dekan FEBIS UTA’45 Jakarta, Dr. Bobby Reza, S.Kom, MM.  Ia berharap kerja sama ini memberikan manfaat konkret bagi mahasiswa dalam mempersiapkan karier mereka. “Semoga apa yang kalian ikuti hari ini bisa menjadi masukan yang baik untuk kalian dalam menata dan menyiapkan masa depan setelah lulus dari Program Studi Ilmu Komunikasi,” ujar Bobby

    Sebagai penutup, mahasiswa mengikuti sesi praktik pembuatan video jurnalistik. Dalam sesi ini, mereka ditantang untuk menerapkan materi yang telah dipelajari secara langsung, mulai dari ide cerita hingga proses penyuntingan. Kegiatan ini menjadi ajang eksplorasi kreatif dan penguatan keterampilan teknis mahasiswa.

    Workshop ini menjadi bagian dari komitmen Prodi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta untuk menjembatani dunia akademik dan kebutuhan industri, sekaligus mencetak lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi media dan siap bersaing di era digital.