Michelle Floranica meraih penghargaan Best Presenter pada International Essay Competition 2026

Bagi sebagian orang, meme di media sosial mungkin hanya dianggap sebagai hiburan. Namun, di tangan Michelle Floranica, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta, hargaan Best Presenter pada International Essay Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Center for Media and Sport Studies (CMSS) pada 23 Juni 2026.

Melalui esai berjudul MemeWarfare: Visual Culture and the Weaponization of Humor in Modern Political Communication, Michelle mengkaji bagaimana meme berkembang menjadi bagian dari komunikasi politik digital. Menurutnya, meme tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga dapat memengaruhi cara masyarakat menyampaikan kritik, membentuk opini publik, hingga merespons berbagai isu sosial dan politik.

“Hal yang paling menarik bagi saya adalah ketika menyadari bahwa humor yang selama ini dianggap sekadar hiburan ternyata dapat menjadi instrumen penting dalam komunikasi politik. Meme bukan hanya digunakan untuk menghibur, tetapi juga dapat menjadi sarana demokratisasi sekaligus berpotensi memperkuat polarisasi di masyarakat,” ujar Michelle.

Di balik keberhasilannya, Michelle mengaku proses penyusunan esai hingga persiapan presentasi membutuhkan waktu lebih dari satu minggu. Ia memulai dengan mengumpulkan berbagai referensi, menganalisis fenomena komunikasi digital, menyusun argumentasi, hingga menyiapkan presentasi yang dapat dipahami oleh dewan juri internasional.

“Tantangan terbesar bagi saya adalah bagaimana menjelaskan fenomena komunikasi digital yang cukup kompleks dengan cara yang sederhana, tetapi tetap memiliki kedalaman analisis. Untuk itu, saya banyak berlatih public speaking dan menyusun slide presentasi yang sederhana, visual, namun tetap mampu menyampaikan pesan secara efektif,” katanya.

Michelle juga menilai dukungan dari Program Studi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya. Menurutnya, bimbingan dosen, kemudahan memperoleh referensi, serta motivasi yang diberikan selama proses persiapan menjadi bekal untuk tampil percaya diri di tingkat internasional.

“Program Studi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta memberikan dukungan yang luar biasa, mulai dari bimbingan, akses terhadap berbagai referensi, hingga motivasi yang membuat saya semakin percaya diri untuk tampil di forum internasional,” ungkapnya.

Ke depan, Michelle ingin terus mendalami kajian komunikasi digital dan komunikasi politik melalui penelitian maupun kompetisi ilmiah lainnya. Baginya, penghargaan Best Presenter bukan menjadi akhir perjalanan, melainkan motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan akademik.

“Saya ingin terus mengeksplorasi kajian komunikasi digital dan politik melalui kompetisi maupun penelitian lainnya. Harapannya, pengalaman ini menjadi langkah awal untuk terus mengasah kemampuan analisis, memperluas wawasan, dan memberikan kontribusi melalui karya-karya ilmiah,” tuturnya.

Michelle berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mengangkat isu-isu kontemporer menjadi karya ilmiah dan membawanya ke forum akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, keberanian untuk mencoba, didukung proses belajar yang konsisten, dapat membuka peluang untuk berprestasi sekaligus memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *