Mahasiswa Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta Wujudkan Pembelajaran Berdampak melalui Pengabdian Masyarakat Berbasis Literasi Digital

Foto bersama peserta Pengabdian Masyarakat, pemuda Karang Taruna Rawa Badak (Foto: Humas Himakom)

Jakarta–Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan berdampak bagi masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) yang diselenggarakan di RPTRA Rawabadak, Jakarta Utara, pada Sabtu (19/7/2025).

Kegiatan ini merupakan luaran pembelajaran dari mata kuliah Manajemen Media Digital dan New Media yang diampu oleh Danang Trijayanto, M.A. Melalui pendekatan experiential learning, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga mengimplementasikan kompetensi komunikasi digital secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Mengusung tema “Mengoptimalkan Komunikasi Digital sebagai Sarana Pemberdayaan Karang Taruna”, kegiatan ini melibatkan remaja Karang Taruna berusia 15–20 tahun sebagai peserta utama. Mahasiswa memberikan edukasi mengenai strategi komunikasi digital, pengelolaan media sosial, hingga pemanfaatan platform digital untuk memperkuat organisasi, mempromosikan kegiatan positif, serta membangun citra komunitas yang lebih produktif dan adaptif di era digital.

Pemateri Gilang Abitio dan Sitti Nur Azizah (Foto: Humas Himakom)

Materi disampaikan oleh mahasiswa Gilang Abitio dan Sitti Nur Azizah, yang membagikan wawasan sekaligus praktik mengenai pengelolaan media sosial secara efektif, penyusunan strategi komunikasi digital, dan pentingnya membangun identitas organisasi yang kredibel di ruang digital. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan melalui sesi diskusi dan praktik yang berlangsung interaktif.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta, Vidya Kusumawardani, S.I.Kom., M.Si., yang mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu komunikasi untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi ruang nyata bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang dipelajari sekaligus memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat. Inilah bentuk pembelajaran yang kami dorong di Program Studi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta, yaitu pembelajaran yang relevan, kolaboratif, dan berdampak,” ujarnya.

Senada dengan itu, dosen pengampu Danang Trijayanto, M.A. menegaskan bahwa kegiatan pengabdian merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep komunikasi digital, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan tersebut untuk memberdayakan masyarakat. Pengalaman seperti ini akan memperkuat kompetensi profesional sekaligus kepekaan sosial mahasiswa,” jelasnya.

Anis Fahdina, Ketua Pelaksana Program Pengabdian Kepada Masyarakat (Foto: Humas Himakom)

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Anis Fahdina menyampaikan bahwa kegiatan dirancang secara kolaboratif agar peserta memperoleh keterampilan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

“Harapannya, remaja Karang Taruna mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana membangun citra positif organisasi, menyebarluaskan kegiatan yang bermanfaat, serta memperkuat jejaring sosial di lingkungan mereka,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Komunikasi UTA’45 Jakarta terus memperkuat posisinya sebagai program studi yang mengintegrasikan pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan kompetensi digital. Pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membentuk lulusan yang adaptif, profesional, dan memiliki kepedulian sosial di tengah perkembangan ekosistem komunikasi digital.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *